Garasi Media – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di tanah air. Fokus utama aparat kepolisian saat ini tertuju pada pembongkaran total sindikat yang dikendalikan oleh bandar besar, Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Meskipun sang gembong utama telah berhasil diringkus saat mencoba melarikan diri ke luar negeri, kepolisian menegaskan bahwa operasi penindakan belum selesai. Petugas di lapangan masih terus bergerak memburu sisa-sisa kaki tangan yang masih berkeliaran bebas.
Belum Berhenti Polisi Buru Jaringan Narkoba Ko Erwin
Kasus ini menyedot perhatian publik setelah drama penangkapan Ko Erwin terungkap. Setelah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), Ko Erwin berupaya keras menghapus jejak dan melarikan diri. Namun, langkahnya terhenti di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara. Petugas gabungan berhasil menyergapnya tepat ketika ia hendak menyeberang menggunakan kapal ilegal menuju Malaysia. Tindakan tegas terukur terpaksa diambil polisi dengan menembak kaki sang bandar karena mencoba melawan dan kabur dari kepungan petugas. Penangkapan ini menjadi gerbang pembuka bagi polisi untuk mengusut aliran dana dan jaringannya yang sangat luas.
Memutus Rantai Kurir dan Pengelola Keuangan
Langkah kepolisian tidak berhenti pada penangkapan Ko Erwin semata. Operasi senyap terus digalakkan untuk mengejar para kurir andalan serta pihak-pihak yang membantu mengelola keuangan bisnis haram ini. Di berbagai daerah, beberapa kurir lintas provinsi yang bertugas mendistribusikan sabu ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil diringkus.
Tidak hanya kurir pembawa barang, Bareskrim Polri juga sukses membekuk dua tersangka berinisial MR dan PH di kawasan Jakarta Barat. Keduanya diduga kuat berperan sebagai penyedia rekening penampung uang hasil transaksi narkotika sindikat tersebut. Polisi menilai aspek finansial adalah jantung dari pergerakan sindikat. Oleh karena itu, melacak dan membekukan rekening penampung menjadi strategi utama dalam melumpuhkan kekuatan jaringan Ko Erwin secara permanen agar tidak bisa bangkit kembali.
Memburu Pemasok Utama “The Doctor”
Keberhasilan meringkus jaringan bawah tidak membuat kepolisian berpuas diri. Saat ini, fokus pengejaran Bareskrim Polri telah naik ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu memburu sosok penyuplai utama narkoba kepada Ko Erwin. Sosok tersebut dikenal dengan nama Andre Fernando alias “The Doctor”.
Berdasarkan hasil penyelidikan, “The Doctor” merupakan pemasok sabu dalam jumlah besar kepada jaringan Ko Erwin sebelum barang haram tersebut dipecah dan diedarkan ke daerah-daerah. Kepolisian menduga kuat bahwa pemasok besar ini memiliki jaringan internasional dan saat ini tengah bersembunyi di luar negeri. Untuk itu, Polri telah menerbitkan DPO dan menjalin koordinasi erat dengan kepolisian negara tetangga demi mempersempit ruang gerak serta meringkus sang pemasok kakap.
Komitmen Bersih-Bersih Tanpa Pandang Bulu
Penyidikan terhadap jaringan Ko Erwin juga membuka tabir keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang diduga menerima aliran dana sebagai uang pengamanan. Menyikapi fakta integritas yang tercoreng ini, Polri menegaskan sikap tidak akan tebang pilih dalam melakukan penindakan hukum. Semua pihak yang terbukti terlibat, baik masyarakat sipil maupun oknum internal kepolisian yang membekingi bisnis haram tersebut, akan disikat habis dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Langkah agresif kepolisian ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memutus mata rantai peredaran narkoba jaringan Ko Erwin hingga ke akar-akarnya.
