GARASI MEDIA – Kapolda Bengkulu hadir dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Real Estat Indonesia (REI), yang digelar untuk membahas berbagai strategi dan program pengembangan sektor properti di wilayah Bengkulu. Kehadiran Kapolda menegaskan pentingnya stabilitas keamanan sebagai fondasi utama bagi pertumbuhan industri properti. Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan faktor penting yang memengaruhi investor dalam menentukan keputusan berinvestasi.
Dengan stabilitas yang terjaga, baik dari sisi keamanan fisik maupun hukum, sektor Properti diyakini dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan pengembang properti. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap proyek properti berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Ia menyoroti bahwa pengawasan ketat terhadap pembangunan, perizinan, serta perlindungan hukum bagi konsumen dan investor menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Stabilitas yang terjaga tidak hanya melindungi kepentingan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan para pengembang dan investor untuk menanamkan modal di sektor properti Bengkulu. Musda XI REI sendiri menjadi forum penting bagi para anggota REI untuk mengevaluasi capaian tahunan, merumuskan strategi baru, dan menyusun rencana kerja yang lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan apresiasi atas peran REI dalam mendorong pembangunan properti yang tertata dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa properti bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga bagian dari pembangunan daerah yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti ketersediaan hunian, fasilitas publik, dan infrastruktur penunjang.
Para pengembang properti yang hadir menyambut positif kehadiran Kapolda karena menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa proyek yang dijalankan akan mendapat dukungan dari pihak kepolisian dalam hal pengawasan keamanan. Hal ini diyakini akan meminimalkan potensi gangguan, baik dari segi kriminalitas maupun masalah sosial yang dapat menghambat proses pembangunan.
Dengan demikian, upaya menjaga stabilitas tidak hanya bermanfaat bagi investor, tetapi juga bagi masyarakat yang akan menempati hunian dan fasilitas yang dikembangkan. Kehadiran Kapolda Bengkulu di Musda XI REI menegaskan bahwa pertumbuhan sektor properti membutuhkan kolaborasi lintas pihak, di mana keamanan dan stabilitas menjadi pilar utama. Dengan dukungan dari kepolisian, pengembang, dan pemerintah daerah, sektor properti di Bengkulu diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
