GARASI MEDIA – Rektor UIN Malang secara resmi menutup kegiatan Training of Trainers (TOT) yang diikuti oleh mahasiswa dan peserta dari berbagai latar belakang. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam membangun Masyarakat yang harmonis dan toleran. Ia mengingatkan bahwa di tengah pluralitas Indonesia, sikap moderat bukan hanya sebuah konsep, tetapi menjadi kebutuhan nyata agar interaksi antarumat beragama dapat berlangsung damai dan produktif. TOT ini sendiri dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan keterampilan edukatif yang dapat diterapkan dalam masyarakat.
Selain moderasi beragama, Rektor juga menekankan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa tanggung jawab sosial tidak hanya mencakup hubungan antar manusia, tetapi juga dengan alam sekitar. Mahasiswa diajak untuk menjadi agen perubahan yang peduli pada isu-isu lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi sumber daya, hingga pendidikan lingkungan di komunitas masing-masing. Dengan membangun kesadaran ini sejak dini, diharapkan generasi muda dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
TOT yang ditutup Rektor ini menghadirkan serangkaian materi yang membekali peserta dengan keterampilan praktis dan wawasan teoretis. Pelatihan mencakup strategi moderasi beragama, pengembangan kepemimpinan, dan penerapan program lingkungan di tingkat kampus maupun komunitas. Peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga transfer ilmu tidak hanya bersifat formal tetapi juga praktis. Penekanan pada keseimbangan antara kemampuan sosial dan kepedulian lingkungan menjadi poin penting yang ditekankan oleh Rektor selama penutupan.
Rektor UIN Malang berharap lulusan TOT dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas. Dengan mengedepankan moderasi beragama dan kepedulian lingkungan, peserta pelatihan tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan keharmonisan sosial, tetapi juga mendorong pembangunan berkelanjutan. TOT ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas, di mana generasi muda memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya toleransi, inklusivitas, dan keberlanjutan lingkungan. Dengan komitmen ini, UIN Malang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab sosial mahasiswa secara menyeluruh.
